Nov 9, 2014

How to get #scholarship?

clue1: berdoa saja

hanya berdoa saja tanpa apply scholarship cukup untuk menurunkan ujian yang berjudul beasiswa. karena suatu hari, beasiswa itu datang dari langit, lewat seseorang di seberang kabel telpon yang jauh dan bertanya: "mau beasiswa S3 di Belanda? saya lihat Anda punya banyak kegiatan tentang banjir Jakarta."

kalau itu karena form scholarship, yang jelas proposal yang sudah dikirim bukan tentang banjir Jakarta dan dan tujuan aplikasinya bukan ke Amsterdam. kalau itu karena usaha di ranah banjir Jakarta, pekerjaan itu tidak dicita-citakan untuk riset S3. jadi, telpon itu adalah tipikal jawaban doa karena ia berkunjung tanpa diduga, hadir pada saat yang tepat dan dengan plan yang sangat terukur.

kalau doa itu terkait dengan usaha, maka yang paling fair adalah sebagai faktorial dari rumus usaha: Ep = mgh dan Ek = mv2. sedang rumus faktorialnya sendiri bisa linier, bisa pula integral. Tergantung kebutuhan dan ketulusan yang berdoa, karena yang dimintai lebih tahu dari yang meminta.

di jalur usaha, untuk mendapat rumus integral terbaik, om syafii antonio dalam buku Asmaul Husnanya menulis nasihat: meraih sukses dengan intervensi Allah. diasana ada husnudhan terhadap Allah melalui dzikir atas 99 Nama-nama yang Baik tersebut.

di jalur 'pesimisme', shahabat Ali k.w. menasihatkan: ketika aku berdoa dan Allah mengabulkan doaku, maka aku bersyukur. kalau Allah tidak mengabulkan doaku, aku lebih bersyukur karena itu berarti Dia memberiku yang lebih baik.
secara tersirat, keponakan Rasul saw tersebut mengingatkan bahwa 'mengabulkan doa' dalam dimensi pendoa itu memiliki fungsi temporalnya. kalau kita ya satuan temporalnya menit. misalnya 15 menit SMS nggak dibales ya sebel karena batas kesabaran kita hanya disitu. dalam skala komunal lebih baik lagi, yaitu 100 hari, misalnya kalau presidennya tidak menghasilkan karya besar dalam 100 hari, maka ia akan diturunkan untuk diganti presiden yang baru. kalau shahabat Ali kw ya mungkin satuan sabarnya per 3 hari (ketika dapur beliau nggak ngebul) atau tahun.

bergulir agak jauh, antara kedua jalur optimisme dan pesimisme diatas baik yang mana? yo pikiren dhewe. itu ujianmu, bukan ujianku. so, jawabane yo sak karepmu.
#akurapopo

jangan lupa juga bahwa setelah telponnya dijawab "yes" maka ia besalin muka menjadi sebuah ujian. so get back to your lab and start interpreting the analysis!

Wallahu a'lam

No comments:

Post a Comment