Jul 19, 2016

Scientific writing 2 - berisik itu mengganggu

Tiap pagi sehabis subuh atau sesampainya di kantor, tulislah sesuatu. Jangan mendahulukan gangguan seperti membaca koran, menjawab email atau bahkan ngobrol dan nonton tivi. Dua yang pertama mengganggu kesetimbangan di otak kita untuk mengungkapkan apa yang telah terorganisir rapi selama kita mengalami deep sleep dan setelah itu bermimpi. Dua yang terakhir bukan hanya mengganggu diri sendiri tapi juga mengganggu orang lain.

Nglaras siang
Ketika sedang melakukan gangguan-gangguan itu, mungkin (ego) kita membenarkan, tapi tidak kalau kita ingin produktif. Lebih tidak lagi ketika kita mempertimbangkan produktivitas orang lain. Ngobrol dan mengumpulkan informasi (atau stress menurut bahasa mimpi) itu ada waktunya. Ketika pagi, adalah sekitar jam 9 pagi setelah menulis. Ketika siang, adalah setelah makan siang sambil rokokan atau minum kopi. Yang terbaik, kegiatan itu dikerjakan di tempat yang sudah ditentukan, bukannya di kursi tempat anda dan rekan anda biasa bekerja. Dengan begitu, kita juga mengatakan kepada diri kita: "saya sedang istirahat" atau "saya sedang harus produktif". Kalau dicampur, bisa jadi kita merasa sudah bekerja seharian, tapi hasilnya nggak jelas atau membuat pekerjaan orang lain ikut nggak jelas. Kultur bekerja pun jadi ikut nggak jelas.

Jul 17, 2016

Speed reading 1

Dalam Alquran, Allah menyuruh kita berdzikir/tafakkur mengingat (ciptaan) Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Dalam speed reading, carilah tempat duduk plus meja untuk meletakkan buku sehingga postur tidak terlalu membungkuk saat membaca. Ingatlah bahwa kebanyakan ruang baca di perpustakaan menggunakan cara ini, karena memang cara ini yang paling efektif untuk mayoritas orang.

Dalam tafsir Ibnu Katsir ref1html, urutan diatas dikaitkan dengan shalat sesuai hadits shahihain melalui Ibnu Husain. Saya sungguh berharap dalam tafsir tersebut ada bahasan urutan tafakkur mengikuti urutan itu, tapi yang ada dalam tafsir tersebut bukan tentang itu. Mungkin diantara pembaca ada yang menemukan bahasannya?

Yang pasti, tafakkur dikaitkan dengan proses berfikir, bukan secara literal membaca teks. ref2pdf

Jun 10, 2015

Hisab Ramadhan dan Idul Fitri 2015

Hisab sore 30 Sya'ban dengan Kstars
Hisab sore 29 Ramadhan dengan Kstars
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillaahi rabbil aalamiin, wa bihi nashtaiinu alaa umuuriddunyaa waddiin, wa sholallaahu alaa sayyidinaa Muhammadin wa alaa aalihii wa azwajihii wa dzurriyyatihii wa shahbihii ajmaiin

"Mengammbil dalil yang paling shahih" itu bukan berasal dari Alqur'an maupun hadits shahih, maka prinsip/metode/pendekatan itu tidak bisa diposisikan lebih tinggi dari dalil itu sendiri.

Pada penentuan awal bulan (Ramadhan dan Idul Fitri), kita orang Indonesia biasa berselisih (atau saling mengedukasi) mengenai hal ini. Dari beberapa sidang isbat yang disiarkan secara langsung, kita tahu bahwa perbedaan itu ternyata hanya antara Muhammaddiyah di satu pihak dengan Ormas Islam lain plus LAPAN dan Observatorium Bosscha di pihak lainnya.

Kalau menurut saya yang suka mainan modeling (paper tentang risiko banjir Jakarta 2030 dan 2050 submit bulan lalu di NHESS, mohon doanya), yang namanya model itu adalah alat sedang kondisi sebenarnya ya nunggu nanti tahun 2030 dan 2050. Termasuk juga kondisi presipitasi, kenaikan muka air laut, tata guna lahan, dan land subsidence yang tumplek bleg di paper itu. Prediksi itu bukan tidak berguna, karena bisa digunakan pada tahun 2015 untuk perencanaan saja.

Kalau toh prinsip modeling itu cocok dengan prinsip telaah tafsir tentang awal dan akhir puasa, ya mestinya yang diikuti tetap para profesional yang mendalami ilmu tafsir Alquran (please note, ayat puasa sudah ada khusus) dan ilmu hadits (tentang puasa Ramadhan juga, karena sudah jelas). Urutan berikutnya adalah ilmu alatnya yaikni ilmu falak yang menelorkan hisab. Modeling sendiri disini hanya numpang beken, karena tidak profesional dalam studi agama.

Bukankah yang paling berhak menafsiri ayat (puasa) adalah kanjeng Nabi saw dengan haditsnya?

Wallahu a'lam.

Nov 9, 2014

How to get #scholarship?

clue1: berdoa saja

hanya berdoa saja tanpa apply scholarship cukup untuk menurunkan ujian yang berjudul beasiswa. karena suatu hari, beasiswa itu datang dari langit, lewat seseorang di seberang kabel telpon yang jauh dan bertanya: "mau beasiswa S3 di Belanda? saya lihat Anda punya banyak kegiatan tentang banjir Jakarta."

kalau itu karena form scholarship, yang jelas proposal yang sudah dikirim bukan tentang banjir Jakarta dan dan tujuan aplikasinya bukan ke Amsterdam. kalau itu karena usaha di ranah banjir Jakarta, pekerjaan itu tidak dicita-citakan untuk riset S3. jadi, telpon itu adalah tipikal jawaban doa karena ia berkunjung tanpa diduga, hadir pada saat yang tepat dan dengan plan yang sangat terukur.

kalau doa itu terkait dengan usaha, maka yang paling fair adalah sebagai faktorial dari rumus usaha: Ep = mgh dan Ek = mv2. sedang rumus faktorialnya sendiri bisa linier, bisa pula integral. Tergantung kebutuhan dan ketulusan yang berdoa, karena yang dimintai lebih tahu dari yang meminta.

di jalur usaha, untuk mendapat rumus integral terbaik, om syafii antonio dalam buku Asmaul Husnanya menulis nasihat: meraih sukses dengan intervensi Allah. diasana ada husnudhan terhadap Allah melalui dzikir atas 99 Nama-nama yang Baik tersebut.

di jalur 'pesimisme', shahabat Ali k.w. menasihatkan: ketika aku berdoa dan Allah mengabulkan doaku, maka aku bersyukur. kalau Allah tidak mengabulkan doaku, aku lebih bersyukur karena itu berarti Dia memberiku yang lebih baik.
secara tersirat, keponakan Rasul saw tersebut mengingatkan bahwa 'mengabulkan doa' dalam dimensi pendoa itu memiliki fungsi temporalnya. kalau kita ya satuan temporalnya menit. misalnya 15 menit SMS nggak dibales ya sebel karena batas kesabaran kita hanya disitu. dalam skala komunal lebih baik lagi, yaitu 100 hari, misalnya kalau presidennya tidak menghasilkan karya besar dalam 100 hari, maka ia akan diturunkan untuk diganti presiden yang baru. kalau shahabat Ali kw ya mungkin satuan sabarnya per 3 hari (ketika dapur beliau nggak ngebul) atau tahun.

bergulir agak jauh, antara kedua jalur optimisme dan pesimisme diatas baik yang mana? yo pikiren dhewe. itu ujianmu, bukan ujianku. so, jawabane yo sak karepmu.
#akurapopo

jangan lupa juga bahwa setelah telponnya dijawab "yes" maka ia besalin muka menjadi sebuah ujian. so get back to your lab and start interpreting the analysis!

Wallahu a'lam

Sep 14, 2014

Kopi pagi scientific writing

Ketika kita datang ke kantor, ada hukum umum untuk memulai hari dengan koran, ngobrol atau menonton berita televisi. Kegiatan ini mendistorsi timbunan informasi yang sudah ditata rapi ketika kita tertidur dan disiapkan untuk didischarge tepat setelah kita sampai di kantor dan duduk.

Dalam teori mimpi, tidur adalah saat badan sadar diistirahatkan. Tapi akal (dan dalam tinjauan tasawuf, qalb/jantung/'hati') tidak tidur. Akal tetap aktif menata keruwetan informasi yang digather pada saat kita sadar. Manifestasinya adalah mimpi. Mimpi dikenali pada periode rapid eye movement (REM) yang berulang tiap 90 menit setelah deep sleep.
tertidur (dan jiwa kita ada dalam gemnggaman pemiliknya)

Innamal a'malu bi niyat. Niat baik yang diikrarkan ketikan pamitan sama istri dan anak-anak pada saat berangkat dan dikuatkan pada saat menaiki kendaraan jangan didistorsi ketika sampai. Nanti jam-jam 10an ketika ide sudah kering, ketika otak mulai butuh kopi (atau rokok sebatang jangan lebih), bolehlah ngobrol atau mengupdate dengan informasi baru. Yang begini saya kira bukan distorsi niat, tapi mendinginkan irama kerja otak untuk kemudian digenjot lagi hingga waktu dhuhur.

Dengan latar belakang diatas, menurut saya memulai hari dengan koran, ngobrol, atau televisi bukanlah hal baik bagi kegiatan (khususnya) scientific writing. Better off menulis apa saja yang ada di kepala diatas selembar kertas bersih atau dengan aplikasi semacam pyroom atau darkroom distraction free writing. Ini bukan iklan, tapi sebuah terima kasih untuk penulis kedua aplikasi sederhana yang banyak gunanya tersebut.

Wallahu a'lam