Jan 27, 2012

Ngakalin SOBEK asc file untuk input ke Grass GIS


Problem:
Nggak bisa mbuka asc file hasil model SOBEK either make ArcGIS atau pun Grass GIS.
Ternyata:
File asc ada 'comment' di baris 1. Baris ini, kata yg ngerunning model harus dihapus dulu.
Problem baru:
File-nya ada ratusan. Rasakno ...

Solusi: sed (atau tail)
Perangkatnya Linux atau Cygwin (karena di kampus ga dikasih Linux) yg didalamnya ada sed.
Plus sedikit skill regex yang bisa didownload langsung dari sini:
  1. http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=395658
  2. http://sed.sourceforge.net/grabbag/tutorials/do_it_with_sed.txt
  3. http://www.unix.com/unix-dummies-questions-answers/4056-sed-across-multiple-files.html
  4. http://www.tutorialspoint.com/unix/unix-regular-expressions.htm

Gampang, kan?

Nanti ketemu lagi, insya Allah.

Jan 26, 2012

Starting GrassGIS - a user note

I think GrassGIS is created following the many of open source project is created. I mean, the GUI is designed for bunch of folks working at the same project. On the other side, the popular proprietary GIS tools is created for single user. Same as a proprietary operating system and so forth.

So in the GrassGIS starting window, you see my project namely Jakarta with several bunch of maps (and calculations, for later works) which GrassGIS call it mapsets. This is because I work the project by myself.

In a multi user environment, the mapsets may refer to user1, etc. Perhaps, user1 only have task to do certain calculation based on PERMANENT mapsets.

This way, the raw data and the work is easily seen. Not by intepreting the possible filename that is 'invited' in a "catalog".

I think that the start.

Strive!

Jan 25, 2012

Starting GIS


Setelah mondar-mandir antara ArcGIS dan GIS tools versi open source dibawah bendera osgeo4win (GrassGIS, QGis, uDig), sptnya GrassGIS yg cocok.
Sebabnya:
  1. uDig berbasis Java (lho?).
  2. QGis berbasis QT dan GTK. Karena saya (terpaksa) make window$ dan GTK librarynya kecampur2 dan (kata internet pula) susah ngebenerinnya meskipun sudah buka registry, maka saya mundur. Kata saya pada diri sendiri, memang nativenya QGis tidak untuk Window$. Tapi kalau komputernya masih 'baru' atau baru saja diintall ulang dan sudah terbiasa dengan ArcGIS, ya bolehlah. Kelebihan QGis dibanding ArcGIS: lebih Python. Jadi kalau ngolah array gedhe2an ga repot.
  3. GrassGIS berbasis WxPython. Plusnya, pendekatannya thd ArcCatalog lebih simpel sekaligus lebih fungsional untuk kerja tim:
Creating and maintaining MAPSETs
One motivation to maintain different MAPSETs is to store maps related to project issues or subregions. Another motivation is to support simultaneous access of several users to the map layers stored within the same LOCATION, i.e. teams working on the same project. For teams a centralized GRASS DATABASE would be defined in a network file system (e.g. NFS). Besides access to his/her own MAPSET, each user can also read map layers in other users' MAPSETs, but s/he can modify or remove only the map layers in his/her own MAPSET.
You can learn more about mapsets and how to seamlessly access maps found in another MAPSET of the same LOCATION in the g.mapsets documentation.

Hm.. mudah2an ada waktu nanti untuk 'meracuni' tim agar lebih FOSS-friendly. Sukur2 jadi standar.

Jan 22, 2012

A privilege from the nature: rain


Suatu hari, orang kampung Wismamas main bola di Puncak. Tiba-tiba turun hujan deras. Tanpa komando, maka bapak-bapak yang sudah tidak laku lagi itu membuka bajunya dan melajutkan main bola dibawah hujan yang lebih dingin dari biasanya. Selesai? belum. Habis main bola, badan yang kotor itu nyemplung di kolan renang yang bahkan lebih dingin lagi dan melanjutkan dengan polo air. Bagi orang yang lemak dibawah kulitnya tipis, tidak berapa lama ia mentas dan pergi ke kamar mandi, membasuh diri dengan air hangat, ganti baju dan make jaket. Dingin itu tidak sanggup membunuh orang Wismamas. Ia hanya memberi pengalaman ekstrim yang diperlukan oleh jiwa untuk keluar dari rutinitas ...

Di Amsterdam, negeri yang jumlah sepedanya lebih banyak dibanding manusianya, tidak pernah ada hujan. Loh? Iya, itu menurut determinasi orang Indonesia pada umumnya. Se-storm-storm-nya di Amsterdam, diameter titik airnya masih lebih kecil bahkan dibanding gerimis di Wismamas yang ada di zona 2 (kaki gunung, atau puncak dataran rendah). Sekedar nostalgia dulu, ya. Kalau di Wismamas ada gerimis yang super kecil dengan angin sepoi-sepoi di musim hujan yang dingin, saya selalu membayangkan: ini morning breeze yang selalu dirindukan. Balik lagi, bukan berarti orang Amsterdam tidak mengenal storm. Ketika saya mendarat di Amsterdam, sambil ngurus rumah di DUWO, diluar ada storm: yaitu gerimis disertai angin. Cuman segitu? Ya, cuman segitu. Di hari lain ketika mangkat kantoor, gerimis yang lebih kecil lagi datang. Maka orang-orang 'lari meninggalkan sepedanya' dan pindah ke trem. Tiba-tiba saja parkiran dan trem penuh sesak oleh sepeda dan manusia.

Menurut ramalan cuaca, suhu udara waktu itu sekitar 6 derajat. Dengan angin sepoi-sepoi Indonesia campur es dikit-dikit, maka tiap kebocoran jaket melalui leher atau pergelangan tangan jadi siksaan untuk setiap orang. Maka serugi-ruginya pemerintah Belanda (bersama perusahaan jasa transportasi) karena semua orang naik sepeda, ia harus tetap ada. Dan ini adalah salah satu privilege from the the nature.

Privilege? Bukankah itu sebuah bencana karena bisa menimbulkan frozbite, misalnya? Well, bencana adalah kejadian alam yang tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan risiko seperti fozbite atau kematian. Hujan angin yang merubuhkan atap rumah (thok) atau merungkatkan/mematahkan pohon di pinggir jalan atau membalikkan mobil kecil yang tidak terlalu streamline seperti di awal-awal hari bulan Januari di Noord Holland adalah bencana. Tapi gerimis es di tengah musim dingin adalah peristiwa biasa yang harus diatasi.

Ia jadi privilege, karena dengan itu manusia Belanda dan sub tropis atas pada umumnya membuat perencanaan yang matang untuk mengantisipasi 'kejadian biasa' yang sebenarnya kalau diatasi dengan mentalitas tropis akan menimbulkan kematian. Maka, kondisi yang seharusnya mematikan itu mendorong komunitas untuk melakukan perencanaan terhdap sistem transportasi. Dan itu hanya salah satunya. Salah duanya, rumah dengan thermal insulation yang baik dan (harus, lagi-lagi begitu) dengan standar yang dipatuhi pula. Sementara, rumah tropis cukup dengan gedhek yang kalau kena angin, mungkin itu satu-satunya potensi bencana di Wismamas, tinggal ditegakkan lagi. Karena semuanya tidak buru-buru pergi ke kantoor, maka ditegakkannya dengan gotong royong (privilege untuk orang Wismamas). Kalau malamnya kedinginan, habis subuh udaranya sudah hangat lagi.

Begitulah Allah menurunkan cobaan, agar manusia membuat antisipasi.

Wallahu a'lam.

Dec 1, 2011

Some words about coffee

kopi kendari (robusta special hasmi h.b. kendari) tipicalnya sama dengan kopi (tenom highland) sabah, malaysia ...
but still, best of them are socially connecting.
so don't worry too much on the taste.
Thank God for sending down cup of coffee ..

I said to my colleague: where we're going today? Vietnam, Kendari atau Mataram?
"Why so?" she replied.
Karena kita punya 3 stok kopi di lemari ... he he.
Again, thanks God for sending down a cup of social connection.
Btw, Dialog Kopi Tubruk di Masjid Assalam is approaching. Gotta prepare a killing query ...

Rumah Sehat Afiat say:
Sembelit adalah suatu keadaan yang membuat penderitannya kesulitan buang air besar. Keadaan ini bisa di sebabkan oleh berbagai hal . Salah satunya adalah dehidrasi kronis yang mengakibatkan terhambatnya pengeluaran racun dan sisa makanan dari tubuh melalui kotoran. (Status diambil dari Buku Pintar Sehat Islami, karya dr Moh Ali Toha Assegaf
I replied:
salah satu yang kontra sembelit adalah kopi, karena sifat diuretiknya. jadi kangen sama kuliah dr. Ali. Selain itu, mungkin susu untuk yang sensitif laktosa. atau air putih untuk menaikkan nilai hidrasi. Btw, apakah elektrolit seperti oralit diperlukan untuk menaikkan dehidrasi demi melawan sembelit?