May 14, 2020

Hikmah pandemi: mengembalikan geografi manusia

Bila mudik itu tidak diijinkan, tapi pulang kampung (for good) diijinkan.

Sudah lama kota itu diisi oleh keunggulan orang-orang kampung. sedang orang yang lahir di kota, ya mempunyai budaya kota yang tidak alami dari sisi geografi alamnya. tidak memiliki mimpi tentang alam yang hijau tempat dia lahir atau kembali ke rumah, setelah generasi orang tuanya di kampung nanti berpulang. bayangkan bila keumuman orang yang lahir di kota dibentuk dengan mentalitas untuk sibuk berebut menumpuk rejeki sesibuk serigala lapar yang mengumpulkan makanan didalam kulkas raksasa perbankan. sedang di kampung orang diasuh oleh alam untuk berotot dan berempati.

Andaikan misalnya Allah ingin agar orang-orang yang dipersiapkan untuk masa depan itu terlanjur pindah ke kota, maka pandemi ini bertugas untuk mengembalikan orang yang terlanjur pergi itu untuk pulang kampung sembari menunggu panggilan yang sesungguhnya.

Sedangkan orang kota hanya bisa berdiam diri menunggu malaikat maut dengan emblem corona. menyisakan siapa yang masih dipilih untuk disisakan menghadapi episode berikutnya.

Mengapa pula meninjau dari sisi geografi? karena sejak adanya server-server besar yang cepat dan accessible seperti google earth, Allah telah menjadikan geografi embedded dalam kehidupan sejak generasi anak-anak di era smartphone.

Apr 28, 2020

Bilakah pandemi berakhir?

Sampai kemarin ada yang mempertanyakan: adakah kita sudah bisa aktif lagi pada bulan itu?

Saya menjawab, insya Allah sudah. Pelajaran yang lalu tentang pandemi dan social distance berlaku selama 3.5 bulan. Itu yang ditulis Richard J. Hatchett  dan terbit di The Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).


Dalam diskusi sore dengan orang yang lain, saya sampaikan bahwa Jerman merasa sudah perlu memulai sekolah tanggal 4 Mei 2020 (Coronavirus: German easing of lockdown to start with schools on May 4) dan pada hari browsing yang sama, saya juga mendapati persepsi bahwa ranah politik AS sudah membunyikan penanda bahwa warga AS akan segera bosan dengan work from home. Dan kebosanan mahluk sosial karena tertahan ke-sosial-annya menghawatirkan para politisi.

Bagi Indonesia, bila 'tekanan' WHO untuk Indonesia mengendur, saya kira Indonesia akan segera mengikuti trend yang digagas Jerman dan AS. Pertama, sistem politik di Indonesia tidak pernah memusingkan hasil riset atau laporan kerja para frontier pandemi di Rumah Sakit. Kedua, budaya kita sedikit banyak seperti bebek: ikut saja sama yang didepan, tidak perlu memperhatikan rambu-rambu yang ada. Jalan mana saja yang dipilih tidak masalah, yang penting selamat sampai tujuan.

Maka saya yakinkan teman saya yang Doktornya dari ranah engineering dan jauh dari logika ekologi itu bahwa pada bulan itu we will already be back in office to continue our plan. Begitulah bila kita merujuk ke pesan pandemi 1918.

Ujian dari Allah itu ada waktunya. Dan bila tugas virus itu sudah selesai, ia akan kembali seperti yang sudah dilakukan petugas (virus influenza) lainnya. Wallahu a'lam.

Nov 23, 2016

Rusun 2x70m

Rumah satu setengah lantai*

Ada
 rumah yang selalu menarik perhatian saya, yakni yang punya kamar
dibawah atap. Dibawah ini adalah contoh apik yang saya temui dengan
keyword "haus".

Lalu saya tanya ke temen yang biasa
menerima order pembangunan rumah, berapa ongkos untuk membangun rumah
seperti ini? Dia bertanya balik, seperti apa denahnya? Saya jawab ya
seperti rumah di seputaran tempat tinggal kita atau 2x40m. Lalu beliau menuliskan pesan teks 430 juta.

Hm ... rumah yang cocok untuk keluarga kecil yang anaknya mulai beranjak remaja.

Kalau berminat, silahkan kontak teman tsb di priyatnana at gmail dot com.

---

* Gambar diatas lumayan beken karena paling tidak ada 6 gambar yang persis sama termasuk ukurannya. Gambar aslinya saya kira dari website ini dan desain aslinya 2x70m.

Jul 19, 2016

Scientific writing 2 - berisik itu mengganggu

Tiap pagi sehabis subuh atau sesampainya di kantor, tulislah sesuatu. Jangan mendahulukan gangguan seperti membaca koran, menjawab email atau bahkan ngobrol dan nonton tivi. Dua yang pertama mengganggu kesetimbangan di otak kita untuk mengungkapkan apa yang telah terorganisir rapi selama kita mengalami deep sleep dan setelah itu bermimpi. Dua yang terakhir bukan hanya mengganggu diri sendiri tapi juga mengganggu orang lain.

Nglaras siang
Ketika sedang melakukan gangguan-gangguan itu, mungkin (ego) kita membenarkan, tapi tidak kalau kita ingin produktif. Lebih tidak lagi ketika kita mempertimbangkan produktivitas orang lain. Ngobrol dan mengumpulkan informasi (atau stress menurut bahasa mimpi) itu ada waktunya. Ketika pagi, adalah sekitar jam 9 pagi setelah menulis. Ketika siang, adalah setelah makan siang sambil rokokan atau minum kopi. Yang terbaik, kegiatan itu dikerjakan di tempat yang sudah ditentukan, bukannya di kursi tempat anda dan rekan anda biasa bekerja. Dengan begitu, kita juga mengatakan kepada diri kita: "saya sedang istirahat" atau "saya sedang harus produktif". Kalau dicampur, bisa jadi kita merasa sudah bekerja seharian, tapi hasilnya nggak jelas atau membuat pekerjaan orang lain ikut nggak jelas. Kultur bekerja pun jadi ikut nggak jelas.

Jul 17, 2016

Speed reading 1

Dalam Alquran, Allah menyuruh kita berdzikir/tafakkur mengingat (ciptaan) Allah dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring. Dalam speed reading, carilah tempat duduk plus meja untuk meletakkan buku sehingga postur tidak terlalu membungkuk saat membaca. Ingatlah bahwa kebanyakan ruang baca di perpustakaan menggunakan cara ini, karena memang cara ini yang paling efektif untuk mayoritas orang.

Dalam tafsir Ibnu Katsir ref1html, urutan diatas dikaitkan dengan shalat sesuai hadits shahihain melalui Ibnu Husain. Saya sungguh berharap dalam tafsir tersebut ada bahasan urutan tafakkur mengikuti urutan itu, tapi yang ada dalam tafsir tersebut bukan tentang itu. Mungkin diantara pembaca ada yang menemukan bahasannya?

Yang pasti, tafakkur dikaitkan dengan proses berfikir, bukan secara literal membaca teks. ref2pdf