Feb 8, 2011

Add-on perekayasa

Pagi ini saya numbuk icon "supported by silver server" di website debain.org
yang baru. Ketika di click, ternyata nyambung ke CSAIL MIT. Lalu disitu ada
beberapa video produk unggulan CSAIL. Saya bergumam, they truly are
breakthrough...

Lalu saya melamun lagi, pikiran saya melayang ke Max Planck Institut dan
Cambridge Uni.Saya kira, 3 institusi di 3 negara tersebut punya keunggulan.
Satu
yang saya alami, adalah proses di Max Planck tahun 2010 kemarin. Dari proses
rekruitmen, saya yang mbawa proposal lumayan komplit soal "Cellular automata
di
rawa Kalimantan Selatan dengan pendekatan Regional Economic Modeling",
ditolak.
Bukan karena proposalnya, tapi karena prosesnya tidak biasa. Mereka gak butuh
proposal. Hanya manusia. Max Planck yang kemudian menentukan manusia tersebut
mengerjakan apa sekaligus berapa duitnya. Pokoknya, sekali masuk, sit in and
enjoy life, Max Planck will 'enjoy your brain child' dalam bentuk Nobel Prize,
dll.

Lalu saya inget lagi cerita teman tentang sistem di Cambridge (atau Oxford
Uni).
Disana, segerombolan mahasiswa dikumpulin sama profesor, lalu tiap mahasiswa
cerita tentang pikiran dia. Ujungnya, profesor menentukan: proyekmu masuk S3
atau S2.

Pertanyaan untuk polling sekarang: kalau -hanya kalau- BPPT hendak mengadopsi
sistem (dan harapannya hasil) di 3 institusi tersebut, bagaimana caranya? Saya
kira ini ada quest diluar konteks Perekayasa. I mean, perekayasa is very much
ok, sedang contoh proses diatas adalah modul yang ditempelkan didalam
perekayasa.

I think that's for now. Gotta back to my proposal for vu.nl. And gotta finish
that by today! Minta doanya!

PS. Salah satu konsep neural network CSAIL saya tiru untuk menyelesaikan
masalah banjir Jakarta di WP "Integrasi Sistem informasi" 2010.

No comments:

Post a Comment