Showing posts with label Lingkungan perumahan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan perumahan. Show all posts
Apr 10, 2012
Artificial wetland: floatland
Pengen nulis tentang artificial wetland yang belum pernah aku liat sebelumnya: floatland. Kebetulan lagi ada angsa yang nyarang dan angkrem disitu. Dilanjutkan nanti saja kalau foto-fotonya sudah siap.
Labels:
Lingkungan perumahan,
Pop Sci
May 18, 2011
Kolam belakang rumah
Sasaran utama adalah Gurami buat mbersihin dedaunan di taman dan Patin yang ramah terhadap nasi sisa. Ini patin, kalau di toko ikan akuarium tampak mirip hiu mini yang aktif. Kebetulan, anak-anak kali ini nggak ngebet sama ikan tertentu atau Hamster seperti liburan sebelumnya. So, sisanya hanya browsing kesana kemari.
Terbukti, sekarang ndeg-ndeg (tai air) didasar kolam yang tadinya tiap hari perlu diserok sudah jauh berkurang. Nasi juga masuk ke keranjang plastik, agar tidak berantakan dan menurunkan kualitas air, lalu ditenggelamkan di kolam. Ikan yang doyan nithil-nithil lewat sela-sela keranjang. Untuk Gurami yang masih 5 cm, cukup cacahan sisa sayur dan dedaunan kebun, terutama Senthe Alocasia sama Lamtoro.
Jadi, sekarang konsep artificial wetland bukan diutamakan mengolah limbah air, terutama karena estetika kolam terbuka. Juga karena kolam rumah ya utamanya buat main anak-anak (dan bapaknya) ... heh he.
Labels:
Lingkungan perumahan
May 29, 2010
Sisa makanan
Plus, beberapa Guppy betina dengan harga Rp. 20.000,- per 50 ekor juga suka ikut makan. tapi tidak seluruhnya ikut aktif makan. Tetep lebih rakus Ikan Mas/Komet yang biasanya dijual literan untuk umpan ikan buas.
Labels:
Lingkungan perumahan
Nov 18, 2008
Distribute the clue
Lucu juga wkt ada yg tiba2 datang. Kirain mas Dwi Pustekkom. Cuman brewoknya yg gak rapi bikin pangling. Ternyata Guru SMA Cibinong yg dulu ikut pelatihan di Kebon jeruk (Kominfo).
Dari keluhan2nya waktu mensosialisasikan OSS, jadi inget riwayat Linux di lantai 18. Ada 2 pendekatan/clue yg bisa digunakan:
Mugah2an berguna.
Dari keluhan2nya waktu mensosialisasikan OSS, jadi inget riwayat Linux di lantai 18. Ada 2 pendekatan/clue yg bisa digunakan:
- Kalau lingkungan didalam (sesama guru/rekan kerja yg selevel) tidak supportive, ya cari pasar baru di 'seputar' sekolah. Kalau seputar sekolah kuat, maka sekolah akan turn around. Kalau enggak, apes2nya, kita dapat pengakuan diluar. Ini akan berdampak ke dalam juga.
- Kalau bos ogah2an, memang di Indonesia trend-nya spt itu. Sampe ke level negara, sekalipun. Clue-nya, yang dibawah diperkuat. Harapannya kl grass root kuat, pimpinannya akan dengan senang hati ngeluarin stempel. Boleh dongkol kalau kemudian si bos bilang: itu prestasi saya. Tapi gpp.
Mugah2an berguna.
Labels:
Lingkungan perumahan,
Tokoh
Oct 2, 2008
The failure
Today, my artificial wetland fails. But it's not because of usage.
Semalam, atau malam sebelumnya hujan deras. Sepertinya air hujan mengubah kualitas air. Plus, keberadaan kayu apu (Pistia sp.) ngeblok penetrasi oksigen yang kebutuhannya sedang meningkat.
Siang sekitar jam 9, wah, sudah bau. Semua cichlid dan lele kebalik sudah jadi bangkai. Bau. Mujair dan mas gedhe, ketoke diemplok kucing. Soale ning pinggir kolam -untuk kedua kalinya- ada bangkai tikus nganggur.
Yo wis, daripada nunggu airnya bagus dengan aerasi, mending dikuras abis semuanya. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih. Tapi ikannya abis, tinggak 2 sepat, 1 sapu2 dan kira2 40 ekor zebra pink.
Semua kayu apu dipindah ke bak kompos yang salah satunya mengandung bangkai tikusyang bentuk kehidupannya sudah berganti. Kayu apu ditinggalkan sedikit di ujung pembuangan deket settling seperti waktu pertama dikembangkan dulu...
Masih nyari tahu gimana memanfaatkan atau mengontrol pertumbuhan kayu apu dengan musuh alaminya. Mungkin remis atau keong mas will work...
Semalam, atau malam sebelumnya hujan deras. Sepertinya air hujan mengubah kualitas air. Plus, keberadaan kayu apu (Pistia sp.) ngeblok penetrasi oksigen yang kebutuhannya sedang meningkat.
Siang sekitar jam 9, wah, sudah bau. Semua cichlid dan lele kebalik sudah jadi bangkai. Bau. Mujair dan mas gedhe, ketoke diemplok kucing. Soale ning pinggir kolam -untuk kedua kalinya- ada bangkai tikus nganggur.
Yo wis, daripada nunggu airnya bagus dengan aerasi, mending dikuras abis semuanya. Alhamdulillah, sekarang sudah bersih. Tapi ikannya abis, tinggak 2 sepat, 1 sapu2 dan kira2 40 ekor zebra pink.
Semua kayu apu dipindah ke bak kompos yang salah satunya mengandung bangkai tikusyang bentuk kehidupannya sudah berganti. Kayu apu ditinggalkan sedikit di ujung pembuangan deket settling seperti waktu pertama dikembangkan dulu...
Masih nyari tahu gimana memanfaatkan atau mengontrol pertumbuhan kayu apu dengan musuh alaminya. Mungkin remis atau keong mas will work...
Labels:
Lingkungan perumahan
Oil slick
It's difficult to treat slicks of vegetable oil spilled from kitchen sinks. If possible, it should be contained in pretreatment pond. Emulsification and decomposition seems practical but but takes longer than visually expected. Well, it's not nice to see slick over a pond that is meant to entertain tired eyes after day work.
Spraying some diluted detergent has been done, but further experiments on its dosage would reveal what's going on.
To note, small amount of detergent in the pond, even a small amount of it change the water green so much.
Spraying some diluted detergent has been done, but further experiments on its dosage would reveal what's going on.
To note, small amount of detergent in the pond, even a small amount of it change the water green so much.
Labels:
Lingkungan perumahan
Friends of Pesanggrahan
It would be good if I know someone who also ponder on Pesanggrahan fluss..
Labels:
Lingkungan perumahan
Sep 2, 2008
People
People around me whose achievement is respected:
- Bacharuddin Jusuf Habibie (http://en.wikipedia.org/wiki/Jusuf_Habibie). All links included those archived are there! Thanks to web.archive.org.
- Mohammad Ali Toha Assegaf (http://www.smarthealing.net/).
Labels:
Lingkungan perumahan,
Tokoh
Jul 23, 2008
Jul 14, 2008
Rumah Baca

If I should design a Rumah Baca on a cliff where Pesanggrahan River is teen below, it might mimic the building on the left.
Yes, that's an observatory and it is Bosscha in Bandung. Inside is an empty room with shelves along the wall plus stair that leads to its deck to function a place to search sky things during night times.
A glass window should also exist to enjoy river, ricefield and trees down behind the building.
Hopefully, it will entertain any brain visiting the place, minutes before a little step leave a house in the neighbourhood and get into the building.
Expensive? Its a resultant of who builds and additional benefits beside a reading room.
(Image taken from http://www.flickr.com/photos/nkhasanah/31121222/)
Labels:
Lingkungan perumahan
Mar 24, 2008
Artificial wetland for wastewater treatment
Facts:
It's difficult to treat oils (vegetable) spilled from kitchen sinks. If possible, it should be contained in pretreatment pond. Emulsifying seems impractical, but it decomposed longer than visually expected.
A small amount of detergent in the pond, even a small amount of it change the water green so much.
Pipes should be securely tighten to prevent spills of pond water.
Everyday, a family of 4 in Jakarta use up
It's difficult to treat oils (vegetable) spilled from kitchen sinks. If possible, it should be contained in pretreatment pond. Emulsifying seems impractical, but it decomposed longer than visually expected.
A small amount of detergent in the pond, even a small amount of it change the water green so much.
Pipes should be securely tighten to prevent spills of pond water.
Everyday, a family of 4 in Jakarta use up
Labels:
Lingkungan perumahan
Subscribe to:
Comments (Atom)